Ketika Kemenubuhan Digantikan Robot AI: Analisis Film Subservience dalam Terang Pembacaan “Tubuh Yang Mengetahui” Karya F. Budi Hardiman

Authors

  • Eliezer Mei Kriswanto Universitas Kristen Duta Wacana Author

DOI:

https://doi.org/10.70418/lkt.v4i1.129

Keywords:

fenomenologi, kecerdasan buatan, perwujudan, Subservience, Tubuh Yang Mengetahui

Abstract

Kecerdasan buatan telah menjadi sumber kecemasan budaya yang kian menonjol dalam sinema fiksi ilmiah kontemporer, khususnya melalui narasi yang menggambarkan AI domestik yang melampaui kendali manusia. Meskipun minat akademis terhadap film Subservience (2024) terus meningkat, studi-studi yang ada umumnya menelaah film ini dari perspektif pascahumanis dan pascakolonial, sehingga aspek representasi perwujudan-nya belum banyak dieksplorasi. Artikel ini mengisi celah tersebut dengan menerapkan kerangka fenomenologis F. Budi Hardiman dalam “Tubuh Yang Mengetahui” untuk menganalisis bagaimana film ini mengonstruksi hubungan antara perwujudan manusia dan kecerdasan buatan. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini menafsirkan adegan-adegan kunci dan perkembangan karakter melalui konsep-konsep Hardiman mengenai kemenubuhan, kiasme, intensionalitas, dan batasan kecerdasan buatan. Analisis menunjukkan bahwa transformasi Alice dari asisten rumah tangga menjadi subjek yang tampak otonom secara bersamaan menegaskan sekaligus menantang gagasan Hardiman tentang eksistensi manusia yang berwujud. Walaupun pada akhirnya film ini mempertahankan pembedaan fenomenologis melalui ketiadaan kreativitas, spiritualitas, dan moralitas situasional yang terbentuk secara historis, film ini juga membayangkan masa depan spekulatif di mana AI semakin menggoyahkan batas antara perwujudan autentik dan simulasi hiperreal. Dengan demikian, studi ini memperluas cakupan fenomenologi Hardiman ke dalam analisis sinematik sekaligus melengkapi interpretasi poshumanis dan poskolonial yang telah ada mengenai Subservience.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfasina, Reza. “Film Kucumbu Tubuh Indahku dalam Perspektif Fenomenologi Tubuh Merleau-Ponty.” Journal Scientific of Mandalika 3, no. 10 (2022): 32–43. https://doi.org/10.36312/vol3iss10pp32-43.

Batool, Forat, and Samia Mudasser. “Colonizing Sentient Machines in Subservience: A Posthumanist and Postcolonial Perspective.” Pakistan Journal of Society, Educa-tion, and Language (PJSEL) 11, no. 1 (2024): 104–113.

Colton, Emma. “Stephen Hawking Warned AI Could Mean the ‘End of the Human Race’ in Years Leading Up to His Death.” New York Post. May 1, 2023. https://nypost.com/2023/05/01/stephen-hawking-warned-ai-could-mean-the-end-of-the-human-race/. Diakses pada 1 Agustus 2026.

Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Ap-proaches. 4th ed. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications, 2014.

Felperin, Leslie. “Subservience Review – Megan Fox’s AI Home-Service Android Goes Rogue in Schlocky Thriller.” The Guardian. September 11, 2024. https://www.theguardian.com/film/article/2024/sep/11/subservience-review-megan-fox-ai-domestic-goes-rogue-in-schlocky-thriller. Diakses pada 28 Juli 2026.

Future of Life Institute. “AI Experts: Major AI Companies Have Significant Safety Gaps.” Future of Life Institute. December 18, 2024.

https://futureoflife.org/ai-policy/ai-experts-major-ai-companies-have-significant-safety-gaps/. Diakses pada 1 Agustus 2026.

Hardiman, F. Budi. Tubuh Yang Mengetahui: Belajar dari Fenomenologi di Era Mesin Meniru Segalanya. Yogyakarta: PT. Kanisius, 2026.

Hern, Alex. “Stephen Hawking: AI Will Be ‘Either Best or Worst Thing’ for Humanity.” The Guardian. October 19, 2016.

https://www.theguardian.com/science/2016/oct/19/stephen-hawking-ai-best-or-worst-thing-for-humanity-cambridge. Diakses pada 1 Agustus 2026.

Jayanty Nada Shofa. “Subservience Review: AI-Gone-Wrong Movie Has Its Ups and Downs.” Jakarta Globe. September 2024.

https://jakartaglobe.id/lifestyle/subservience-review-aigonewrong-movie-has-its-ups-and-downs. Diakses pada 28 Juli 2026.

Kurniawan. “Masokhisme dalam Perspektif Fenomenologi Tubuh-Subjek Merleau-Ponty.” Mozaik Humaniora 19, no. 1 (2019): 48–62. https://doi.org/10.20473/mozaik.v19i1.11894.

Zafar, Mahnoor. “The Dual Nature of Hyperreality in the Age of Artificial Intelli-gence.” Journal of Artificial Intelligence, Machine Learning and Neural Network 3, no. 2 (2023): 42–44. https://doi.org/10.55529/jaimlnn.36.42.44.

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Ketika Kemenubuhan Digantikan Robot AI: Analisis Film Subservience dalam Terang Pembacaan “Tubuh Yang Mengetahui” Karya F. Budi Hardiman. (2026). LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Oikumenis, 4(1), 16-31. https://doi.org/10.70418/lkt.v4i1.129