Menelusuri Nilai-nilai Teologis dalam Tradisi Mulung Masyarakat Baranusa dari Lensa Spiritualitas Ekologis

Authors

  • Zadrak Arya Wicaksana Sarimata Universitas Kristen Artha Wacana Author

DOI:

https://doi.org/10.70418/lkt.v3i1.104

Keywords:

tradisi mulung, laut, spiritualitas, ekologi

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam tradisi Mulung sebagai upaya pelestarian laut. Mulung adalah tradisi masyarakat di Baranusa, Pulau Pantar, Alor, Nusa Tenggara Timur. Tradisi Mulung adalah mekanisme lokal dalam pelestarian ekosistem laut dengan memberi jeda waktu bagi laut untuk memulihkan diri dari aktivitas penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Tradisi ini membawa dampak baik bagi ekosistem laut dan kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan melalui penelusuran sumber-sumber kredibel, baik itu dari buku, jurnal, dan sumber pendukung lainnya. Tulisan didekati menggunakan teori eco-spirituality atau spiritualitas ekologis Leonardo Boff yang terdiri dari nilai kesadaran, kesederhanaan, dan rasa cinta. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam tradisi Mulung mencerminkan spiritualitas ekologis serta keberpihakan masyarakat pada alam, teristimewa laut sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A. Sony Keraf. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2010.

Abdilllah, Alisya Afifah Maulidina Putri, Aulia Vani Rahmawati, and Ubaidillah Kamal. “Perubahan Iklim Dan Krisis Lingkungan: Tantangan Hukum Dan Peran Masyarakat.” Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum 2, no. 2 (2024): 364–75.

Bock, Darrell L. Luke 9:51-24:53 Baker Exegetical Commentary On The New Testament. Michigan: Baker Academic, 1996.

Boff, Leonardo. Cry of the Earth, Cry of the Poor. New York: Orbis Books, 1997.

———. Ecology and Liberation: New Paradigm. New York: Orbis Books, 1995.

Bouma-Prediger, Steven. Earthkeeping and Character: Exploring a Christian Ecological Virtue Ethic. Michigan: Baker Academic, 2020.

Castillo, Daniel P. An Ecological Theology of Liberation. New York: Orbis Books, 2019.

Enita, Siti Yasmina. “Hading Dan Hoba Mulung: Saat Laut Dibiarkan Bernafas Di Baranusa, Alor.” WWF Indonesia, 2025. http://www.wwf.id/id/blog/hading-dan-hoba-mulung-saat-laut-dibiarkan-bernafas-di-baranusa-alor.

Francis, Pope. Laudato Si’ of The Holy Father Francis: On Care For Our Common Home. London: Catholic Truth Society, 2015.

Green, Joel B. The New International Commentary on the New Testament: The Gospel of Luke. Michigan: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 1997.

Greenpeace. “Banjir Sumatera Harus Jadi Pengingat Terakhir Pemerintahan Prabowo Untuk Berbenah,” 2025. https://www.greenpeace.org/indonesia/siaran-pers/65560/banjir-sumatera-harus-jadi-pengingat-terakhir-pemerintahan-prabowo-untuk-berbenah/.

Hart, John. Sacramental Commons: Christian Ecological Ethics. United States of America: Rowman & Littlefield Publishers, Inc., 2006.

Kurniawan, Adam, Fanny Tri Jambore Christanto, Ferry Widodo, Mukri Friatna, Melva Harahap, Satrio Manggala, Tubagus Soleh Ahmadi, and Uli Arta Siagian. Environmental Outlook 2025: Melanjutkan Tersesat, Atau Kembali Ke Jalan Yang Benar. Jakarta: Eksekutif Nasional WALHI, 2025.

Maggang, Elia. “MENAMPAKKAN CORAK BIRU KEKRISTENAN INDONESIA: Sebuah Perspektif Ekoteologi.” Indonesian Journal of Theology 7, no. 2 (2019).

McGrath, Alister E. Christian Spirituality. UK: Blackwell Publishing, 1999.

Plaimo, Paulus Edison, Imanuel Lama Wabang, and Isak Feridikson Alelang. “Upaya Mengembalikan Tradisi Budaya Mulung Masyarakat Adat Baranusa Menuju Pengelolaan Sumberdaya Perairan Berwawasan Lingkungan.” Jurnal Masyarakat Mandiri 4, no. 2 (2020): 256–63.

Plaimo, Paulus Edison, Imanuel Lama Wabang, Isak Feridikson Alelang, and Ferdinand Romelus Anigomang. “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Nelayan Pesisir Baranusa Mengenai Penerapan Tradisi Budaya Mulung.” Jurnal SOLMA 9, no. 1 (2020): 209–20.

Raco, J.R. Metode Penelitian Kualitatif, Jenis, Kharakteristik Dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo, 2010.

Senin, Taufik Hidayat A. Putra, and Sukadari. “Analisis Keberlanjutan Daya Dukung Lingkungan Melalui Kearifan Lokal Mulungdi Pulau Lapang-Batang, Kecamatan Pantar Barat, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.” Proceedings Series on Social Sciences & Humanities 10 (2023).

Situmorang, Kosmartua. “Teologi Dan Spiritualitas Kristen: Kembali Kepada Kesejatian ‘Imitatio Christo.’” Jurnal Teologi Rahmat 5 (2019): 17–38.

Usman, Luthfiah. “Strategi Mempertahankan Kearifan Lokal Hading-Hoba Mulung Pada Aktivitas Perikanan Tangkap Di Desa Baranusa – Alor.” Jurnal Ilmu Perikanan Dan Kelautan 5, no. 1 (2023): 97–107.

Wardana, Ghufron Akbari, and Ana Azzahra. “Pencemaran Laut (Kajian Ecosophydalam Pandangan Seyyed Hossein Nasr Dan Refleksinya Terhadap Strategi Penanggulangan Pencemaran Laut Di Indonesia).” PROSIDING KONFERENSI INTEGRASI INTERKONEKSI ISLAM DAN SAINS 4 (2022): 43–48.

Wieren, Gretel Van. Restored to Earth: Christianity, Environmental Ethics, and Ecological Restoration. Washington, D.C: Georgetown University Press, 2013.

Wospakrik, Martha Maria. “Pentingnya Spiritualitas Kristen Dan Integritas Bagi Seorang Majelis Jemaat Dalam Konteks GKI Di Tanah Papua.” Murai: Jurnal Papua Teologi Dan Kontekstual 2, no. 5 (2024).

Yohanes Hasiholan Tampubolon. “Telaah Kritis Etika Lingkungan Lynn White.” Te Deum: Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan 9, no. 2 (2020): 249–65.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Menelusuri Nilai-nilai Teologis dalam Tradisi Mulung Masyarakat Baranusa dari Lensa Spiritualitas Ekologis. (2026). LOKO KADA TUO: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Oikumenis, 3(1), 17-32. https://doi.org/10.70418/lkt.v3i1.104